Melanjutkan kesuksesan Parade Lokomotif dengan Varian Livery Terbanyak pada HUT ke-79 PT Kereta Api Indonesia (KAI) tahun 2024, PT KAI bersama Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) kembali menghadirkan perhelatan besar bertajuk “Parade Kereta Api dengan Livery dari Masa ke Masa” pada Minggu, 28 September 2025, bertepatan dengan HUT ke-80 PT KAI.
![]() |
| KLB Parade standby Stasiun Surabaya Gubeng |
{getToc} $title={Daftar Isi}
Rundown KLB Parade
Acara dimulai pukul 08.00 WIB dari Stasiun Surabaya Gubeng, melintasi rute Surabaya Gubeng – Wonokromo – Waru – Gedangan – Sidoarjo – Tulangan – Mojokerto – Krian – Wonokromo – Surabaya Gubeng. Parade ini berhasil menarik perhatian yang jauh lebih luas dari parade lokomotif tahun sebelumnya. Tidak hanya para railfans dari berbagai daerah yang memadati titik-titik strategis, tapi juga masyarakat di sekitar rel yang antusias menyaksikan dan bahkan menyiarkan langsung melalui media sosial. Sebagaimana namanya, parade ini bak lorong waktu yang membawa penonton bernostalgia dengan wajah-wajah lama kereta penumpang Indonesia—dari kelas ekonomi, bisnis, hingga eksekutif. Setiap warna dan corak membawa kisah tersendiri: dari kenangan masa kecil naik kereta bersama keluarga hingga kekaguman pada desain klasik yang kini hanya bisa dilihat lewat foto atau dokumentasi sejarah.
Susunan Rangkaian
- CC201 83 48 dengan livery merah-biru (era 1991–2007)
- CC203 02 03 dengan livery putih dua garis biru (era 1995–2012)
- 11 kereta dengan livery dari berbagai era (1970–2008)
- 1 kereta angkutan petani untuk peragaan busana adat Nusantara di atas kereta
- 2 kereta eksekutif untuk tamu VIP
- 1 kereta pembangkit
Ragam Livery dari Empat Dekade
Ke-11 kereta yang digunakan menampilkan transformasi desain livery selama hampir 40 tahun:
- Eksekutif & bisnis era 1970-an warna putih-merah
- Bisnis hijau tahun 1986
- PERUMKA 1990-an (biru untuk eksekutif, hijau untuk bisnis, merah untuk ekonomi)
- Eksekutif Argo putih-abu-abu
- Eksekutif/bisnis putih-kuning gading (1995)
- Argo Bromo Anggrek (1997)
- Eksekutif non-Argo putih-toska (1999)
- Eksekutif campuran biru-putih (2006)
- Ekonomi oranye motif daun (2008)
Setiap livery menjadi simbol perkembangan estetika dan identitas korporat PT KAI dari masa ke masa, dari era sederhana hingga desain modern yang kini dikenal luas.
Rekor di Atas Rel
Acara ini tidak hanya parade biasa. IRPS dan KAI Daop 8 Surabaya berhasil memecahkan dua rekor MURI:
- Parade Kereta dengan Jenis Livery Terbanyak
- Peragaan Busana Pertama di Dalam Kereta, menampilkan busana adat Nusantara di kereta angkutan petani.
Usai berhenti sekitar dua jam di Tulangan, rangkaian berangkat menuju Mojokerto untuk prosesi putar lokomotif sebelum kembali ke Surabaya. Panjang rangkaian yang menyamai KA Jayakarta membuat proses putar dilakukan di Mojokerto, bukan di Tarik seperti parade sebelumnya.




.jpg)
