Sekilas Panoramic

Layanan Kereta Panoramic sempat jadi buah bibir karena tampil beda dari wajah umumnya kereta penumpang di Indonesia. Dengan jendela besar memanjang dan interior yang dirancang untuk menonjolkan pengalaman visual, layanan ini menawarkan sesuatu yang tidak sekadar perjalanan dari stasiun A ke stasiun B. Di balik pesona kaca lebarnya, muncul perdebatan soal kenyamanan, konsep, dan apakah peningkatan layanan ini benar benar menjawab kebutuhan penumpang atau hanya sekadar pemanis yang tampak mewah di foto.

{getToc} $title={Daftar Isi}

Perkenalan

Kereta Panoramic

Pada 25 September 2022, Balai Yasa Surabaya Gubeng memperkenalkan Kereta Panoramic, hasil modifikasi kereta eksekutif lama untuk memenuhi kebutuhan wisatawan yang ingin menikmati pemandangan alam Jawa secara lebih luas. Menurut Joni Martinus, Humas PT KAI, inovasi ini lahir dari keinginan menghadirkan pengalaman perjalanan yang berbeda, dengan jendela kaca besar dan atap sunroof yang memanjakan mata penumpang.


Batch Produksi

K1 0 99 16 BD, Panoramic Batch pertama

Kereta Panoramic terdiri dari dua batch perakitan:

Batch Pertama:

  • K1 0 99 16 BD
Batch Kedua:


Data Teknis

Plat Nomor Sarana Interior kereta Panoramic

Masing-masing kereta memiliki kapasitas 38 tempat duduk, disusun 2-2 searah perjalanan, dengan fasilitas lengkap mulai dari rak bagasi, mini bar, AC sentral, televisi, colokan listrik, Wi-Fi, hingga kursi yang bisa diatur sesuai kenyamanan. Penumpang juga mendapat satu kali makanan berat dan camilan secara gratis, lengkap dengan selimut dan bantal. Secara konstruksi, kereta ini menggunakan bodi baja ringan sepanjang 20.920 mm, lebar 2.990 mm, dan tinggi 3.810 mm. Tinggi lantainya 1.000 mm, dengan pintu ganda di tiap sisi yang kompatibel dengan peron tinggi. Diameter roda 774 mm, jarak antar gandar 14.000 mm, dan kecepatan maksimum 120 km/jam. Berat kereta mencapai 35.200 kilogram dengan beban gandar 8.800 kilogram. Sistem pengereman menggunakan udara tekan Westinghouse, bogie TB 1014, serta alat perangkai Janney.


Destinasi Kereta Panoramic

Tampilan interior kereta Panoramic

Tampilan mewah penamaan Panoramic

Rangkaian kereta Panoramic melayani jalur antarkota di lintas selatan Jawa, termasuk Parahyangan (Gambir-Bandung), Papandayan (Gambir-Garut), Pangandaran (Gambir- Banjar), Argo Wilis, dan Turangga (Bandung-Surabaya Gubeng). Selain melayani perjalanan reguler, KAI Wisata juga menyediakan penyewaan kereta ini untuk keperluan wisata, menghadirkan pengalaman perjalanan yang eksklusif dan nyaman. Dengan kombinasi desain futuristik dan kenyamanan maksimal, Kereta Panoramic menawarkan cara baru menikmati keindahan pulau jawa, dari atas rel dengan jendela luas hingga sunroof yang bisa dibuka, membuat setiap perjalanan terasa istimewa.


Sekilas Info: Prototype Kereta Panoramic INKA

Prototype Kereta Panoramic INKA

Kereta ini merupakan purwarupa (prototype) yang dibuat oleh PT Industri Kereta Api (Persero) pada tahun 2022. Dikenal dengan kode K1 0 22 01 INKA, kereta ini menjadi dasar pengembangan konsep Kereta Panoramic dan Compartment, yang kala itu direncanakan akan dipesan dalam jumlah lebih besar.

Namun rencana tersebut berubah. PT KAI (Persero) akhirnya memilih memodifikasi kereta eksekutif yang sudah ada menjadi versi Panoramic dan Compartment, alih-alih memproduksi unit baru. Kini, kereta prototype ini tidak beroperasi di lintas, melainkan menjadi bagian dari Bogowonto Culinary Center di Jl. Bogowonto, Madiun. sebuah tempat wisata kuliner bertema perkeretaapian.


Data Teknis Prototype Panoramic INKA

Nomor Sarana: K1 0 22 01 INKA

Jenis: Prototype

Tahun Pembuatan: 2022

Pabrikan: PT INKA (Persero), Indonesia

Panjang: 20 meter

Bogie: TB-1014 (K10)

Kapasitas Penumpang: -

Kereta ini menjadi saksi awal inovasi desain kereta panoramic INKA yang kemudian melahirkan salah satu kelas layanan kereta terbaru paling ikonik di Indonesia, Kereta Panoramic.


Posting Komentar

Mohon gunakan bahasa yang baik dan sopan dalam berkomunikasi. Terima kasih atas kritik dan saran yang diberikan!

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak