3 Lokomotif Berwarna CC203

Warna Warni beberapa kereta dengan stiker OTC Banyuwangi

Promosi wisata biasanya menggunakan brosur, video, dan media digital. Namun pada perayaan HUT KAI ke-80 dan HUT Osing Train Community (OTC) ke-14, bentuk promosinya dibuat lebih unik. Komunitas OTC menggagas pemasangan stiker bertema wisata Banyuwangi pada beberapa lokomotif KAI. Tiga unit lokomotif yang menjadi media karya ini adalah CC203 95 03 dipo Purwokerto, CC203 98 02 dipo Jember, dan CC203 98 14 dipo Jember.

{getToc} $title={Daftar Isi}

Perkenalan

OTC merupakan komunitas pecinta kereta yang berbasis di Banyuwangi. Selain dokumentasi perjalanan kereta, komunitas ini aktif dalam kegiatan sosial dan edukasi. Momen ulang tahun ganda antara KAI dan OTC dianggap tepat untuk membuat sesuatu yang memiliki dampak lebih luas daripada sekadar acara internal. Idenya muncul dari keinginan untuk memperkenalkan Banyuwangi lewat medium yang khas, yaitu lokomotif yang setiap hari bergerak mengelilingi pulau jawa. Alih-alih memakai poster statis, livery stiker dipilih karena mudah dilihat, menjangkau banyak wilayah, dan memberi kesan visual yang kuat.

Sebelum pemasangan, komunitas melakukan riset sederhana terkait destinasi mana yang dianggap paling mewakili karakter Banyuwangi. Tiga lokasi dipilih bukan sekadar terkenal, namun juga memiliki visual yang mudah dikenali oleh masyarakat umum. Desain disiapkan dengan format yang menyesuaikan bentuk bodi lokomotif, dan proses pemasangan dilakukan dengan pendampingan dari pihak Depo Lokomotif untuk memastikan keselamatan serta tidak mengganggu fungsi operasional. Keterlibatan anggota komunitas cukup beragam, mulai dari tim desain, dokumentasi, hingga tenaga lapangan. Kegiatan ini juga mendapat dukungan KAI sebagai bentuk kolaborasi positif antara perusahaan dan komunitas pecinta kereta. Dibawah ini merupakan ulasan singkat mengenai 3 lokomotif berstiker:


Lokomotif CC203 95 03 PWT-Stiker Kawah Ijen

KA 74 Fajar Utama Solo relasi Jakarta Pasar Senen-Solo Balapan

Kawah Ijen menjadi ikon wisata Banyuwangi. Danau berwarna toska dan fenomena Blue Fire membuat lokasinya dikenal hingga ke wisatawan internasional. Blue Fire hanya dapat disaksikan dini hari sekitar pukul 02.00–04.00 WIB ketika gas belerang terbakar secara alami.

  • Jarak tempuh: 31,5 km atau sekitar 1–1,5 jam perjalanan
  • Stasiun terdekat: Banyuwangi Kota


Lokomotif CC203 98 02 JR-Pulau Merah

KA 111 Sawunggalih relasi Kutoarjo-Jakarta Pasar Senen 

Pulau Merah menawarkan pantai berpasir lembut dan bukit kecil yang menjadi identitas utamanya. Selain sebagai tempat bersantai, area ini juga populer sebagai spot fotografi.

  • Stasiun terdekat: Kalisetail
  • Jarak tempuh: 47–50 km atau sekitar 1,5–2 jam perjalanan


Lokomotif CC203 98 14 JR-Hutan Djawatan Benculuk

KA 7006 Batavia relasi Jakarta Gambir-Solo Balapan

Dikenal lewat barisan pohon trembesi besar, Hutan Djawatan sering menjadi lokasi fotografi dan wisata keluarga. Karakter visualnya cukup mudah dikenali dan memiliki daya tarik kuat bagi pengunjung yang mencari suasana berbeda.

  • Stasiun terdekat: Rogojampi
  • Jarak tempuh: 18,7 km atau sekitar 35 menit perjalanan


Manfaat 

Livery wisata seperti ini memberikan dua manfaat sekaligus. Pertama, mempromosikan destinasi Banyuwangi dengan cara yang lebih dekat dengan masyarakat. Kedua, menunjukkan bahwa komunitas pecinta kereta tidak hanya fokus pada dokumentasi, tetapi juga bisa berkontribusi dalam hal kreatif dan promosi daerah. Ketika lokomotif melintas, masyarakat bisa langsung melihat visual destinasi yang mungkin belum pernah mereka dengar sebelumnya. Dari sudut pandang edukasi publik, langkah ini juga membantu memperluas informasi tentang potensi wisata di Indonesia, terutama lokasi-lokasi yang tidak semua orang kenal.


Stiker Tidak Permanen

Stiker yang digunakan pada ketiga lokomotif ini tidak bersifat permanen. KAI dapat melepasnya kapan saja sesuai kebutuhan operasional atau jadwal perawatan. Selama masih terpasang, momen tersebut tentu menarik untuk diabadikan, terutama bagi railfans atau fotografer yang ingin menyimpan arsip tampilan langka ini. Desain seperti ini tidak selalu dipasang ulang, sehingga dokumentasinya akan lebih bermakna di kemudian hari. Kehadiran livery tematik ini menjadi contoh bagaimana kreativitas komunitas bisa berpadu dengan dunia perkeretaapian. Lewat kolaborasi sederhana namun efektif, promosi Banyuwangi bisa menjangkau jalur yang lebih luas bersama lokomotif yang terus bergerak setiap hari.

Posting Komentar

Mohon gunakan bahasa yang baik dan sopan dalam berkomunikasi. Terima kasih atas kritik dan saran yang diberikan!

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak