Dunia perkeretaapian di Indonesia penuh dengan istilah teknis dan singkatan yang kadang terdengar seperti kode rahasia. Mulai dari yang dipakai di dokumen resmi, percakapan petugas, sampai yang sering muncul di papan informasi stasiun. Tanpa memahami singkatan-singkatan ini, siapa pun bisa kebingungan saat membaca jadwal, laporan perjalanan, atau sekadar berdiskusi soal kereta. Artikel ini merangkum berbagai singkatan penting agar pembaca bisa mengenali maknanya dan memahami ekosistem perkeretaapian dengan lebih mudah.
BC = KA Barang Cepat (bisa juga disingkat KABAT)
BH = Bangunan Hikmat (jembatan)
BH = Berjalan Hati-Hati (form)
BLB = Berhenti Luar Biasa
BSS = Berjalan Sepur Salah (form)
DMU = Diesel Multiple Unit
DK = Kepala Distrik Jalan dan Bangunan
DKA = Departemen Kereta Api
DAO = Dipo Angkutan Operasional (?)
DirOp = Direktur Operasional
DirPum = Direktur Personalia dan Umum
GW = Gerbong pengangkut semen dengan satu gandar
GGW = Gerbong pengangkut semen dengan dua gandar
H = Habis
HSD = High Speed Diesel
JPJ = Juru Pemeriksa/Penilik Jalan
JRA = Juru Api
JRR = Juru Langsir, Juru Rem Rangkai
JRS = Juru Rumah Sinyal
KaDaOp = Kepala Daerah Operasi
KaDiv = Kepala Divisi
KaDivRe = Kepala Divisi Regional
KaUr = Kepala Urusan
KaSi = Kepala Seksi
KaSubSi = Kepala Sub Seksi
KAP = Kereta Api Penolong (form)
KAIS = Kerata Api Inspeksi
KABUS = bukan singkatan (adalah gerbong terakhir yg digunakan pada rangkaian KA Barang, digunakan utk tempat PLKA / KP dengan ukuran sebesar kontainer 20 feet.
Kasus = Karcis Khusus
KBD = Kartu Bukti Diri / Kartu Bulanan Dinas (yang jelas bukan Kagak Bawa Duit) KRD =
Kereta Rel Diesel
KRDE = Kereta Rel Diesel Elektrik (Buatan Indonesia)
KRDI = Kereta Rel Diesel Indonesia (Buatan Indonesia)
KRLI = Kereta Rel Listrik Indonesia (Buatan Indonesia)
KDG = Kepala Dipo Gerbong
KDK = Kepala Dipo Kereta
KDT = Kepala Dipo Traksi
KLB = Kereta Luar Biasa
KM = Kereta Makan
KS = Kepala Setasiun
KSB = Kepala Stasiun Besa
KMP = Kereta Makan + Power
KKBW = Kereta pengangkut batubara dengan 2 gandar
KKW = Kereta Ketel + Westinghouse (rem angin?)
KR = Kepala Ruas
KN = Kepala Divisi Niaga
Lapka = Laporan Kereta Api
LGS = langsir (kt kerja), langsiran (kt benda)
Lokpd = Lokomotif Pendorong
LPT = Lok Pengganti
MALKA = Maklumat Perjalanan Kereta Api (Berlaku selama jangka waktu yang ditetapkan)
Mas = Masinis
M = Makan (Kereta Makan) / bila disambungkan dengan huruf lain seperti KM, bila berdiri sendiri M = Kompartemen, angka di belakang adalah kelas (1=eksekutif, 2-bisnis, 3=ekonomi), M= Motorized Car
MC = Motorized Cabin Car / Monthly Check Up
MD = Mesin Diesel / Motor Diesel
MD = Mulai Dinas, Mulai Dioperasikan
MG = Motor Generator
MS = Perintah Melalui Sinyal Tidak AMan (Perintah MS - Form)/Melanggar Sinyal
NKV = Kepala Sub Divisi Pembukuan Niaga
NR (Nood Ritjuigen) = Kereta Penolong
PAP = Pengawas Peron
PC = Power Car
PJ= Penilik Jalan
PJL = Petugas Jaga Lintasan
PPK = Pemberitahuan tentang Perjalanan Kereta Api (Berlaku selama 1 bulan) PPKA = Petugas Perjalanan Kereta Api
PK = Pusat Kendali (Pusat Komunikasi)
PKST = Pekerja Stasiun
PLKA = Pelayan Kereta Api (maksudnya: teknisi)
PLH = Peristiwa Luar Biasa Hebat
PLB = Perialanan Luar Biasa
PJKA = Perusahaan Jawatan Kereta Api
PNKA = Perusahaan Nasional Kereta Api
PPKA = Pengatur / Pemimpin Perjalanan Kereta Api
Perka = Perjalanan Kereta Api
PPCW = Gerbong barang tanpa atap dan dinding samping
PTP = Pemberitahuan Tentang Persilangan
PUK = Pengawas Urusan Kereta
PLKA = Pelayan Kereta Api
PA = Pemeriksaan Akhir
PA YAD = Pemeriksaan Akhir Yang Akan Datang
PRAMI = Pramugari
PRAMA = Pramugara
R = Rebuilt, Reglemen
RH = Rehabilitasi (ex konservasi)
RM = Rencana Muatan
RinJa = Rintangan Jalan
S = Semboyan/Kereta Spesial (kereta yang khusus untuk sewa)
SAP = Surat Angkutan Percuma
SK = Kepala Seksi Jalan dan Bangunan
SKAB = sistem kereta api blok
SINTELIS = Sinyal Telekomunikasi dan Listrik
SINTEL = Sinyal Telekomunikasi
SETK = Selubung Engkol Tekanan Kelebihan
T = Tabel/Trailer Car
Taspat = Pembatasan Kecepatan
TC = Trailing Cabin Car/Traction Car (?)
TS = Tegangan Statis / Train Set (?)
TTU = Gerbong uji
TTW = Gerbong pengangkut kerikil ballast
Wasi = Pengawas Seksi
WasTek = Pengawas Teknik
W = gerbong/kereta dengan rem angin (W diambil dari Westingouse)
R = gerbong/kereta dengan rem tangan/mekanik
A = Kelas 1 (AW berarti kereta kelas 1/eksekutif dengan rem angin/westinghouse)
B = Kelas 2 (BW berarti kereta kelas 2/bisnis dengan rem angin/westinghouse)
C = Kelas 3 (CW berarti kereta kelas 3/ekonoi dengan rem angin/westinghouse)
M = Kereta dengan mesin sendiri
contoh: MCW 300 adalah kode untuk KRD Kuda Putih, MCW 301 adalah kode untuk KRD Shinko yang berarti kereta dengan mesin kelas 3/ekonomi dengan rem angin/westinghouse (kalo kode 300 mungkin maksudnya dengan mesin diesel bertransmisi diesel-hidraulik dengan batch pertama, CMIIW) yang kemudian berkode KD3-761xx
Kode D menandakan batas kecepatan/taspat maksimum selama perjalanan adalah 60 km/h. (ini di gerbong zaman dulu dengan bogie K5, CMIIW) (kode D dipakai saat menggunakan bogie K3, contohnya kereta joko kendil)
Kode E menandakan batas kecepatan/taspat maksimum selama perjalanan adalah 80 km/h.
Kode F menandakan batas kecepatan/taspat maksimum selama perjalanan adalah 120 km/h.
Kode angka di bawahnya adalah massa total gerbong dalam keadaan kosong/tanpa penumpang (dalam satuan ton).
Jadi, E 37 adalah gerbong mempunyai taspat maks 80 km/h dan massa kosongnya 37 kg. (seperti yang sudah saya jelaskan dulu, angka 37 itu bukan massa kosong, melainkan berat muat Kereta tersebut.)
K1 : Gerbong kelas eksekutif
K2 : Gerbong kelas bisnis
K3 : Gerbong kelas ekonomi
BP : Bagage Power = Barang Pembangkit, Gerbong pembangkit listrik
KMP3 : Kereta makan + power (pembangkit listrik) kelas ekonomi
KMP2 : Kereta makan + power (pembangkit listrik) kelas bisnis
PPCW : gerbong kurs batubara bergandar 2, dipakai di babarandek jalur THB (yang benar bergandar 4, kalo 2 kodenya hanyalah PCW)
M1 : Restorasi kelas 1
ZZOW : gerbong pasir bergandar 2 (gandar 4, jika 2 kodenya ZOW)
KKBW : gerbong kurs batubara bergandar 2 (gandar 4), dipakai di babaranjang divre 3
GGW : gerbong pengangkut semen bergandar 2 (gandar 4)
YYW : gerbong pengangkut pasir bergandar 2 (gandar 4) (CMIIW) (yang benar adalah gerbong berdinding setengah tertutup tanpa dilengkapi atap, digunakan untuk angkutan pasir kwarsa)
TTW : gerbong pengangkut ballast bergandar 2 (CMIIW) (gerbong berdinding setengah tertutup yg dilengkapi atap dan bergandar 4, digunakan untuk mengangkut pasir kwarsa dan angkutan semen.
Memahami singkatan dalam dunia perkeretaapian memang butuh kesabaran ekstra, apalagi kalau tiap wilayah atau divisi punya cara sendiri dalam menyebut sesuatu. Daftar di atas belum tentu mencakup semuanya, dan bisa saja ada istilah yang terlewat atau kurang tepat. Artikel ini akan terus diperbarui seiring ditemukannya singkatan baru atau koreksi dari pembaca. Kalau kamu menemukan kekeliruan atau punya tambahan, tinggal tulis saja di kolom komentar. Biar lebih cepat beres daripada kita berdua pura-pura tahu semuanya. Sekian posting dari kita, semoga bermanfaat.