CC 201 89 12 baru saja selesai diremajakan, penampilannya yang berbeda bikin lokomotif ini mencuri perhatian lagi. Begitu muncul dinas KA Gajah Wong, kesegarannya terasa jelas, apalagi saat kereta berhenti cukup lama di Bumiayu. Momen itu jadi kesempatan pas untuk melihat lebih dekat perubahan yang dibawanya, dari livery yang lebih hidup sampai detail kecil yang membuatnya terlihat berbeda dari sebelumnya.
{getToc} $title={Daftar Isi}
Perubahan Pasca P48
Lokomotif CC 201 89 12 kembali menarik perhatian setelah keluar dari Balai Yasa Yogyakarta yang telah menjalani perawatan akhir berkala 2 tahunan, tepatnya pada 12 Oktober 2025. Unit ini tetap mempertahankan livery RnB, tetapi kini warna merah dan birunya terlihat lebih cerah dibandingkan versi sebelumnya yang lebih gelap dan merah yang terlihat agak jingga.
![]() |
| Tampilan lokomotif CC 201 89 12 SDT setelah P48 |
Satu perubahan yang cukup mencolok adalah bagian depan lokomotif. Kotak DT-Multiple Unit ditiadakan sesuai standar operasional lokomotif di Jawa, membuat bidang depan terasa lebih lapang. Dampaknya, tulisan “KAI” tampak lebih kecil dari biasanya. Selain eksterior, lokomotif ini juga menerima penambahan AC kabin demi kenyamanan masinis dan asistennya. Perubahan lainnya yatu pemasangan lampu kabut. Sebelumnya, CC 201 89 12 tidak memiliki foglamp, namun setelah perawatan akhir berkala ini, keluar dengan tambahan lampu kabut yang terpasang rapi di bagian depan.
Dari Sumatera ke Jawa
![]() |
| Tampilan lokomotif CC 201 89 12 PWT sebelum perawatan P48 |
CC 201 89 12 adalah lokomotif RnB yang awalnya berdinas di Sumatera. Unit ini dipindahkan ke Jawa pada Oktober 2024 untuk memperkuat layanan angkutan jelang Nataru dan Lebaran. Setelah sempat bertugas di Depo Lokomotif Purwokerto dan beberapa kali berdinas KA Logawa, lokomotif ini kemudian berpindah menjadi aset Depo Induk Sidotopo (SDT) beberapa bulan sebelum tiba waktunya Perawatan.
Berhenti Lama di Bumiayu
![]() |
| Penyusulan KA Gajahwong oleh KA Argo Dwipangga di Bumiayu |
Di perjalanan perdana setelah perawatan di BY Yogyakarta, CC 201 89 12 berdinas menarik KA Gajah Wong relasi Pasar Senen–Lempuyangan. Sebelumnya lokomotif ini berdinas KA Progo. KA Gajahwong ini berhenti cukup lama di Stasiun Bumiayu karena menunggu penyusulan KA 16 Argo Dwipangga. Waktu tunggu sekitar 25 menit itu tentu saja membuat bisa memotret lokomotif secukupnya, bahkan mungkin sampai baterainya panas. Secara operasional, KA Gajah Wong memang dijadwalkan berhenti di Bumiayu untuk naik turun penumpang. Setelah Dwipangga melintas, kereta diberangkatkan kembali pada pukul 12.37.
Penampilan di Lintas Selatan
![]() |
| KA Gajahwong berangkat Bumiayu tepat 12.37 |
Gabungan antara tampilan baru, kondisi lokomotif yang masih segar, dan momen pemberhentian lama membuat kemunculan CC 201 89 12 pada dinas KA Gajah Wong jadi salah satu pemandangan menarik di lintas selatan hari itu. Cocok untuk yang suka berburu momen langka tanpa perlu kejar-kejaran dengan jadwal kereta.


.jpg)

