CC 201 135R: Rebuild, Mutasi, dan PLH Gubug

Edisi kali ini membahas tentang lokomotif CC 201 135R, salah satu unit CC 201 yang dianggap paling beruntung karena mampu selamat dari sebuah Peristiwa Luar biasa Hebat (PLH) fatal di Indonesia.

{getToc} $title={Daftar Isi}

Awal Karir Sebagai BB 203

CC 201 135R merupakan lokomotif diesel elektrik seri CC 201 dengan akhiran huruf “R” yang menandakan bahwa unit tersebut pernah menjalani proses rebuild, walaupun saat ini sudah tidak ada huruf R di Plat penomoran Lokomotif Rebuild. Sebelum dibangun ulang oleh Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA), lokomotif ini adalah BB 203 (GE U18A1A) dengan konfigurasi tiga gandar per bogie, terdiri atas dua gandar penggerak dan satu gandar idle di posisi tengah.

Lokomotif BB 203 sendiri didatangkan dari General Electric Amerika Serikat dan mulai dioperasikan sejak 1978 dengan pesanan awal 11 unit. Pembelian tambahan pada 1983 dan 1985 membuat jumlah totalnya mencapai 59 unit yang tersebar di Jawa dan Sumatera. Di Jawa, seluruh unitnya dipusatkan di Dipo Induk Semarang Poncol karena lintasan relatif datar dan tekanan gandarnya lebih ringan. Untuk lintas pegunungan, saat itu sudah tersedia CC 201 pesanan ke-2 yang datang pada 1983.


Program Rebuild

Kebutuhan operasional yang meningkat membuat PJKA memilih melakukan rebuild BB 203 menjadi CC 201, yang secara tampilan sangat mirip namun memiliki perbedaan pada kapasitas mesin dan jumlah gandar penggerak. Rehabilitasi ini jauh lebih ekonomis dibandingkan membeli unit CC 201 baru.

Program rebuild dimulai pada 1989 dan dikerjakan di Balai Yasa Yogyakarta (BY YK) serta Balai Yasa Lahat (BY LT). Total 52 unit BB 203 dibangun ulang menjadi CC 201 hingga 2004. CC 201 135R adalah hasil rebuild dari BB 203 09 Kertapati yang dikerjakan BY LT pada tahun 2000 dan kembali dialokasikan ke dipo Kertapati.


Mutasi ke Jawa dan PLH Gubug

Pada 2005, lokomotif ini dimutasi ke Jawa dan ditempatkan di Dipo Induk Semarang Poncol. Kinerjanya berjalan normal hingga 14 April 2006, saat 135R menarik KA 150 Kertajaya relasi Pasar Senen–Surabaya Pasarturi. Pada pukul 02.00 dini hari di Stasiun Gubug, terjadi PLH ketika KA 40 Sembrani yang seharusnya menyusul malah menabrak bagian belakang KA Kertajaya.

CC201 135R PLH Gubug, DAOP 4. Source:https://www.alamy.com/photosusetyo-nugroho-image541654861.html

PLH Gubug terjadi saat KA 40 Sembrani menabrak KA 150 Kertajaya dari belakang di area wesel Stasiun Gubug sekitar pukul dua dini hari. Kertajaya yang baru berangkat sedang berada di jalur belok, sang masinis melihat ke belakang dan mengetahui ada KA Sembrani yang akan berjalan lurus dari belakang. Masinis KA Kertajaya lalu memundurkan rangkaian KA. Namun tidak sempat berhenti, benturan pun tak terhindarkan, lokomotif CC201 135R yang menarik KA Kertajaya terjun ke sawah, sangat parah hingga hampir tak berbentuk, membuat peluang hidupnya CC201 135R nyaris tidak ada.


Perbaikan dan Kembali Dinas

Meski mengalami kerusakan parah, lokomotif ini berhasil diperbaiki oleh BY YK selama lima bulan, dari Mei hingga Oktober 2006. Perbaikan tersebut membantah anggapan bahwa lokomotif ini akan menyusul CC 201 33 dan CC 201 35 yang sudah lebih dulu dipensiunkan akibat kerusakan berat.

CC201 135R livery WnB. Source: https://flic.kr/p/GPkXDN

Setelah pulih, lokomotif ini dipindah ke Dipo Induk Jatinegara sebelum akhirnya dimutasi kembali ke Sumatera pada awal 2007. Ia kemudian menempati Dipo Induk Tanjung Karang (TNK).


Kembali ke Sumatera

Di Sumatera, lokomotif ini memakai kembali livery lama era Perumka (merah-biru) dan dipasang suling khas Divre III Sumatera Selatan. Rasio gear diganti menjadi 93:18 untuk menyesuaikan kebutuhan lintas Sumatera yang lebih mengutamakan tenaga dibanding kecepatan. Dampaknya, kecepatan maksimal lokomotif dibatasi hingga 80 km/jam.

CC201 135R livery Perumka. Source: https://flic.kr/p/eiWPk7

Pada 2010, penomoran baru sarana KA melalui KM 45/2010 membuat lokomotif ini mendapatkan nomor CC 201 83 54R. Meski terdapat dua digit tahun mulai dinas (MD), lokomotif ini tetap memakai tahun MD asli BB 203 (1983), bukan tahun ketika selesai rebuild (2000).


Kembali ke Pulau Jawa

Pada Oktober 2012, lokomotif ini kembali ke Jawa sebagai bagian pertukaran sarana antara Jawa dan Sumatera. Divre 3 mengirim enam unit CC 201 ke Jawa, sedangkan dari Jawa dikirim 19 unit CC 204 ke Sumatera. Rekan satu rombongan CC 201 135R antara lain CC 201 101, 102, 129R, 130R, dan 134R. Setibanya di Jawa, seluruh lokomotif dari Sumatera menjalani pengecekan di BY YK sebelum dialokasikan. CC 201 135R kemudian ditempatkan di Dipo Induk Sidotopo bersama empat rekannya, sementara CC 201 102 dialokasikan ke Jatinegara.


Perawatan dan Penyesuaian di Jawa

Dengan livery Perumka, lokomotif ini menjadi incaran railfan karena warna tersebut sudah jarang tampil di Jawa, terutama pada lokomotif CC. Namun karena rasio gear masih 93:18, lokomotif ini lebih sering menarik KA barang atau KA lokal dengan batas kecepatan di bawah 80 km/jam.

Pada pertengahan 2013, lokomotif ini masuk program Perawatan Akhir (PA) di BY YK. Setelah satu bulan, lokomotif keluar dengan livery standar CC 201 di Jawa, suling baru, dan rasio gear 90:12. Perubahan gear membuat kecepatan maksimalnya naik hingga 120 km/jam sehingga bisa kembali berdinas menarik KA jarak jauh maupun KA lokal.

CC 201 135R telah melalui banyak fase mulai dari perubahan seri, perpindahan antar dipo, mutasi antar pulau, hingga selamat dari kecelakaan besar. Seluruh proses yang dilaluinya menjadi salah satu catatan menarik dalam perjalanan lokomotif diesel elektrik di Indonesia.

Posting Komentar

Mohon gunakan bahasa yang baik dan sopan dalam berkomunikasi. Terima kasih atas kritik dan saran yang diberikan!

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak