Review Brosur Promosi Staatsspoorwegen

Latar Belakang Brosur

Sekitar tahun 1925, perusahaan kereta milik pemerintah Hindia Belanda, Staatsspoorwegen (SS), membuat sebuah brosur promosi yang sekarang tersimpan di Spoorwegmuseum Utrecht, Belanda. Tujuannya yaitu SS ingin menarik perhatian kalangan pribumi kaya dan bangsawan agar ikut menikmati layanan kereta kelas 1. Selama ini, kelas tersebut lebih banyak digunakan oleh orang Eropa, tapi seiring waktu, banyak orang pribumi yang juga mampu dan punya gaya hidup modern yang bisa menikmati layanan kereta kelas 1 milik ss itu.


Poster promosi Staatsspoorwegen tahun 1925, koleksi Spoorwegmuseum Utrecht, Belanda

Desain dan Ilustrasi Brosur

Di bagian atas poster tertulis besar “Staatsspoorwegen” dengan gaya huruf khas tahun 1920-an. Gambar di bawahnya memperlihatkan tiga orang berpakaian Jawa. Seorang sopir taksi menawarkan jasa kepada seorang priyayi, tapi si priyayi menolak dengan sopan sambil berkata kalau naik kereta saja, lebih cepat, murah dan menyenangkan.
Tulisan di posternya bahkan menampilkan percakapan kecil:

Si Koening: “Taxi, Mas?”

Raden Mas: “Endak! Naik spoor sadja — lebih lekas, moerah, dan seneng.”

Bahasa yang dipakai campuran antara Melayu lama dan ejaan Jawa, supaya terasa akrab di telinga masyarakat pribumi saat itu. Menariknya, gaya bahasanya santai tapi tetap berwibawa yang pas sekali untuk menyasar kalangan priyayi.


Nilai Sejarah Brosur

Lewat brosur ini, SS ingin menyampaikan pesan bahwa kereta bukan hanya alat transportasi orang Eropa, tapi juga cocok untuk kalangan terhormat pribumi. Kereta digambarkan sebagai pilihan yang modern, cepat, dan efisien yang merupakan tiga hal yang mulai dianggap penting di masa itu. Pesan “lebih lekas, moerah, dan seneng” sederhana tapi kuat, bahkan masih terasa relevan untuk dunia transportasi sekarang.

brosur ini bukan cuma promosi perjalanan, tapi juga cermin perubahan sosial di masa kolonial. Naik kereta jadi simbol kemajuan, tanda bahwa seseorang mengikuti perkembangan zaman. Dari sini terlihat bagaimana Staatsspoorwegen punya peran besar dalam mengenalkan transportasi modern kepada masyarakat Indonesia di awal abad ke-20.


Kalau dilihat sekarang, poster Staatsspoorwegen tahun 1925 ini lebih dari sekadar karya seni atau iklan, namun bercerita tentang masa ketika masyarakat pribumi mulai menatap dunia yang lebih modern, dan kereta api menjadi salah satu jalannya. Sederhana, tapi punya makna sejarah yang dalam.

Posting Komentar

Mohon gunakan bahasa yang baik dan sopan dalam berkomunikasi. Terima kasih atas kritik dan saran yang diberikan!

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak