Kuda Putih, Sang Pelopor Kereta Diesel

​Industri kereta api Indonesia memasuki babak baru di era 1950-an. Setelah masa modernisasi lokomotif dan gerbong, sebuah tonggak sejarah penting ditancapkan oleh Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA) pada awal dekade 1960-an. Saat itu, Kereta Rel Diesel (KRD) pertama di Indonesia didatangkan, membuka lembaran baru bagi layanan komuter di Jawa.

MADW-300 dan MBW-300 di petak Solo Balapan-Purwosari. Source: Alm. M.V.A Krishnamurti

​KRD Seri 300 inilah nama resminya. Namun, lebih dikenal dengan julukan puitis Kuda Putih, atau Turangga Seta. Julukan ikonik itu sendiri berasal dari ornamen unik, yaitu gambar dua ekor kuda putih yang dipasang pada tutup semboyan yang berbentuk kupu-kupu di atas kaca kabin masinisnya. Kereta ini dioperasikan oleh PNKA Inspeksi VI Yogyakarta,  rute yang dilayaninya ini akan menjadi cikal bakal KA Prambanan Ekspres (Pramex) yang beroperasi sampai detik ini.

{getToc} $title={Daftar Isi}

​Spesifikasi dan Kelahiran dari Jerman

Kereta seri 300 ini memang bukan barang massal. Totalnya cuma sepuluh unit, tapi pembagiannya bikin kepala sedikit jalan. Tiga unit memakai kode MADW, yaitu kereta kelas 1 yang hadir dengan ruang bagasi, sedangkan tujuh sisanya bertipe MBW untuk layanan kelas 2. MADW300 menawarkan kapasitas 50 penumpang duduk dengan pola kursi 2-2, ditambah ruang berdiri bagi sepuluh orang. Bagasinya sanggup memuat hingga sekitar 3,5 ton barang dan fasilitas dasarnya termasuk toilet. Meski begitu, rencana operasional ke depan menyebutkan MADW300 akan diposisikan ulang sebagai MCDW300, turun ke kelas 3 namun tetap mempertahankan ruang bagasi.

Di sisi lain, MBW300 didesain lebih padat. Formasi kursi 3-2 membuatnya mampu menampung 81 penumpang duduk, ditambah 12 kursi lipat dekat pintu dan sekitar 30 penumpang berdiri. Keduanya sepintas mirip, tapi ada cara sederhana untuk membedakannya, yaitu jumlah jendela sampingnya. MADW300 punya enam jendela besar dan dua jendela kecil, sedangkan MBW300 membawa enam jendela besar dengan satu jendela kecil saja.

untuk tujuan periklanan, kereta api untuk Indonesia difoto di pintu masuk stasiun Härtsfeldwerke – Source: Ferrostaal, Koleksi Dr. Rolf Löttgers.

​Kuda Putih tampil modern dengan bodi berbahan baja nirkarat dan livery garis biru. Kereta ini dirancang menyerupai bus rel (rail bus) karena mesin dieselnya (GM 8V71 berdaya 215 hp) diletakkan di bawah lantai, bukan di dalam ruang masinis. Dengan berat 32 ton dan panjang 18.690 mm, KRD ini mampu melesat hingga 90 km/jam berkat transmisi hidraulik Voith Diwabus U+S.


​Dari Jakarta Mutasi Solo–Jogja

​KRD ini sempat mencicipi rute bergengsi di awal karirnya. Berdasarkan catatan sejarah, kemungkinan besar KRD Kuda Putih inilah yang dimaksud dalam layanan kereta api kilat rute Jakarta–Bandung yang diluncurkan pada pertengahan 1965. Namun, petualangan di rute barat Jawa itu tidak berlangsung lama.

​Tak lama kemudian, semua unit dimutasi ke Jawa Tengah, dan sejak saat itu, Kuda Putih bertransformasi menjadi tulang punggung bagi masyarakat yang hilir mudik di rute Yogyakarta–Solo. Popularitasnya meluas, ketika layanan diperpanjang hingga Kutoarjo, bahkan menjangkau Purwokerto di selatan dan pernah dijalankan di rute Semarang Tawang–Telawa pada tahun 1982.

​Kuda Putih adalah nadi ekonomi dan pendidikan. Kereta ini mendapat julukan "Kereta Pelajar" karena menjadi moda transportasi andalan bagi siswa dari Kutoarjo yang bersekolah di kota pelajar Yogyakarta. Para pedagang pun ikut bergantung pada kereta ini untuk mengangkut barang dagangan mereka.


Jadwal KRD Kuda Putih

Untuk layanan KA Kuda Putih tahun 1978, jadwal perjalanan Yogyakarta–Solo tersusun dalam enam perjalanan pulang-pergi setiap hari. Polanya berurutan dari pagi hingga sore sehingga kedua kota tetap terhubung sepanjang hari. Rinciannya sebagai berikut:

KA 644

Yogyakarta 04.00 → Solo Balapan 06.13

KA 645

Solo Balapan 04.40 → Yogyakarta 07.34

KA 646

Yogyakarta 10.56 → Solo Balapan 13.03

KA 647

Solo Balapan 11.12 → Yogyakarta 13.33

KA 648

Yogyakarta 16.18 → Solo Balapan 18.40

KA 649

Solo Balapan 14.45 → Yogyakarta 16.55

Dari urutan perjalanan tersebut terlihat pola dua trainset yang saling silang: satu rangkaian memulai hari dari Yogyakarta, satu lagi dari Solo. Informasi jadwal ini bersumber dari buklet Jadwal Perjalanan KA Stasiun Solo Balapan tahun 1978, yang mencerminkan bagaimana layanan komuter sederhana sudah diterapkan sejak akhir 1970-an.


​Pensiun Dini Sang Legenda

​Memasuki dekade 1970-an, kisah gemilang Kuda Putih mulai meredup. Unit-unitnya sering mengalami kerusakan teknis. Masalahnya seperti kebanyakan kereta pada umumnya pada saat itu, yaitu suku cadang mesin impor yang semakin sulit ditemukan.

​Pada tahun 1970-an dan 1980-an, supaya tetap dapat melayani lonjakan penumpang komuter, PNKA mengambil keputusan darurat. Mesin dieselnya dimatikan. KRD ini pun beralih fungsi menjadi gerbong biasa yang ditarik oleh lokomotif. Akhirnya, setelah bertahun-tahun berjuang, KRD MCDW 300 (sebutan setelah diturunkan statusnya menjadi kelas 3) berhenti beroperasi pada sekitar akhir 1980-an dan sebagian besar dirucat. Perannya kemudian secara resmi digantikan oleh KRD MCW 302 buatan Jepang.


​Warisan yang Terselamatkan

​Meskipun sebagian besar unitnya berakhir di gudang rucatan, satu unit KRD Kuda Putih bernomor MCDW 300 001 berhasil diselamatkan. Kereta ini sempat digunakan sebagai tempat istirahat (mess) pegawai di Depo Solo Balapan selama lebih dari dua dekade.

Tampilan sebelum dan sesudah direstorasi, Source: https://www.facebook.com/share/15NQF4xNLwd/

​Demi menghormati peran historisnya, Unit Pusat Pelestarian PT Kereta Api Indonesia memindahkan unit yang tersisa ini ke Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta. Proses pemindahan pada 30 November hingga 8 Desember 2011 dilakukan secara hati-hati menggunakan Kereta Luar Biasa (KLB). Saat ini, Kuda Putih yang telah direstorasi berdiri kokoh di sana, berfungsi sebagai Kereta Pustaka sekaligus monumen, menjadi pengingat abadi akan pelopor rel diesel di bumi Jawa.

Posting Komentar

Mohon gunakan bahasa yang baik dan sopan dalam berkomunikasi. Terima kasih atas kritik dan saran yang diberikan!

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak